Belajar bisa dimana saja, termasuk diacara seminar. Pada acara Seminar Pendidikan yang lalu tiga orang siswa Homeschooling BERKEMAS Asma, Fida dan Tiara membuka sebuah stand yang menjual makanan kecil serta buku homeschooling. Dengan berjualan mereka bisa belajar berhadapan dengan banyak orang ketika melayani pembeli, menghitung serta membagi tugas agar pekerjaan mereka lancar. Selain itu mereka juga bisa merasakan bahwa untuk mendapatkan uang diperlukan usaha terlebih dahulu. Jadi belajar memang bisa dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja.
Wednesday, 28 November 2007
National November Writing Month Winner

Selamat kepada para peserta program Youth Writers Program yang menjadi pemenang di ajang menulis internasional National November Writing Month (NaNoWriMo) . Dalam ajang NaNoWriMo eserta dianggap menjadi winner apabila berhasil membuat tulisan dengan jumlah kata melampui jumlah yang telah ditentukan. Untuk kelompok anak-anak ditetapkan jumlah yang harus dilampui adalah 50.000. Sedangkan jumlah kata yang berhasil dicapai anak-anak dibawah bimbingan Bu Endah Soekarsono selama sebulan ini adalah 118.100. Itu artinya jauh melewati target yang telah ditetapkan oleh panitia. Selain kemenagan kelompok para peserta juga dinilai sebagai pemenang pribadi apabila jumlah kata dalam hasil karyanya melampui target yang telah ditetapkan secara pribadi berdasarkan kelompok umur. Untuk cerita lebih detil dan hasil karya peserta YWP bisa dilihat di http://www.kelasmenulis.com/ywp/
Sebuah acara perpisahan bertajuk "Thanks God Its Over Party" akan diselenggarakan di Gedung Lembaga Manajemen Pendidikan Indonesia (LMPI) Jl. Utan Kayu no. 20 Utan Kayu Jakarta pada hari Sabtu tanggal 1 Desember 2007. Pada acara tersebut akan ditampilkan hasil karya para peserta dan juga pembagian sertifikat.
Sebuah acara perpisahan bertajuk "Thanks God Its Over Party" akan diselenggarakan di Gedung Lembaga Manajemen Pendidikan Indonesia (LMPI) Jl. Utan Kayu no. 20 Utan Kayu Jakarta pada hari Sabtu tanggal 1 Desember 2007. Pada acara tersebut akan ditampilkan hasil karya para peserta dan juga pembagian sertifikat.
Sampai jumpa di NaNoWriMo tahun depan.
Seminar Pendidikan Untuk Semua
Komunitas Homeschooling BERKEMAS bekerjasama dengan Penerbit Sakura pada tanggal 24 November kemarin menggelar Seminar Pendidikan bertema "Pendidikan Untuk Semua". Seminar yang dihadiri oleh 74 peserta ini menggambil tempat di Aula Departemen Pertanian Jl. H. Dharsono Ragunan. Sebelum Sesi Pertama Seminar dimulai Ibu Emmy Soekresno Spd. yang bertindak sebagai Pembicara Sesi II mengajak seluruh peserta untuk melakukan berbagai gerakan mengikuti musik. Semua peserta terlihat antusias mengikuti berbagai gerakan yang di contohkan. Ruang Seminar berubah menjadi lebih semarak dan meriah. Ini dilakukan Bu Emmy untuk memberi contoh bagaimana selayaknya orang tua bersikap terhadap anak. Orang tua hendaknya gembira, bersemangat dan tidak menjaga jarak dengan anak. Kemudian seminar diawali dengan topik A - Z tentang Homeschooling yang disampaikan oleh Bu Yayah Komariah Spd. Pada kesempatan kali ini Bu Yayah membahas homeschooling dari apa yang harus disiapkan dalam memulai homeschooling, cara bersosialisasi, pendekatan belajar-mengajar, kurikulum sampai dengan legalitas homeschooling.
'Arah Baru dalam Pendidkan' merupakan topik yang diangkat oleh bu Emmy Sokresno di sesi kedua. Diawal pembahasan Bu emmy membahas keadaan pendidikan kita saat ini yang mempunyai beberapa kekurangan diantaranya lebih berfokus pada apa yang perlu disampaikan ( kurikulum ) serta berhenti pada pengetahuan teoritis dimana pelajaran yang satu tidak pernah dihubungkan dengan yang lain. Oleh karena itu perlu adanya arah baru dalam pendidikan untuk menyiapkan jalan menuju kesuksesan. Ada dua teori yang menjadi landasan yaitu Pendidikan sesuai perumpamaan pohon oleh Dr. Daud Tauhidi seorang ilmuwan miskin sekaligus pendiri Crescent Academy International, Michigan, USA dan Teori belajar seusai kerja otak (Brain Based Learning) dikembangkan oleh Eric Jensen. Untuk bisa menerapkan teori tersebut maka kita harus mempersiapkan lingkungan rumah yang diperkaya dan penuh cinta.
Setelah kedua Pembicara memaparkan makalah masing-masing dibuka sesi tanya jawab yang kemudian ditutup dengan pembagian door price.
Seminar ini juga diramaikan dengan stand mainan edukatif Bu Emmy, buku dari Mizan dan Syamil, CD anak-anak dari CMS bahkan stand anak Homeschooling sendiri yang menjual aneka makanan kecil.
Sebagai oleh - oleh para peserta mendapatkan majalah Parents Guide, Ummi dan Tarbawi yang bertindak sebagai sponsor acara.
'Arah Baru dalam Pendidkan' merupakan topik yang diangkat oleh bu Emmy Sokresno di sesi kedua. Diawal pembahasan Bu emmy membahas keadaan pendidikan kita saat ini yang mempunyai beberapa kekurangan diantaranya lebih berfokus pada apa yang perlu disampaikan ( kurikulum ) serta berhenti pada pengetahuan teoritis dimana pelajaran yang satu tidak pernah dihubungkan dengan yang lain. Oleh karena itu perlu adanya arah baru dalam pendidikan untuk menyiapkan jalan menuju kesuksesan. Ada dua teori yang menjadi landasan yaitu Pendidikan sesuai perumpamaan pohon oleh Dr. Daud Tauhidi seorang ilmuwan miskin sekaligus pendiri Crescent Academy International, Michigan, USA dan Teori belajar seusai kerja otak (Brain Based Learning) dikembangkan oleh Eric Jensen. Untuk bisa menerapkan teori tersebut maka kita harus mempersiapkan lingkungan rumah yang diperkaya dan penuh cinta.
Setelah kedua Pembicara memaparkan makalah masing-masing dibuka sesi tanya jawab yang kemudian ditutup dengan pembagian door price.
Seminar ini juga diramaikan dengan stand mainan edukatif Bu Emmy, buku dari Mizan dan Syamil, CD anak-anak dari CMS bahkan stand anak Homeschooling sendiri yang menjual aneka makanan kecil.
Sebagai oleh - oleh para peserta mendapatkan majalah Parents Guide, Ummi dan Tarbawi yang bertindak sebagai sponsor acara.
Family Workshop LMPI
Minggu, 25 November 2007 kami dari beberapa orang tua dan anak-anak Komunitas Homeschooling Berkemas berkesempatan mengikuti acara 2 in 1 Family Workshop yang diselenggarakan Lembaga Manajemen Pendidikan Indonesia (LMPI) yang bertema Resolusi Konflik, Konflik Bisa Asyik di gedung LMPI di jalan Utan Kayu No. 20A, Jakarta Timur. Kegiatan ini dimaksudkan agar sebuah keluarga dapat bekerjasama menghadapi konflik. Kita dapat melakukan latihan dalam bentuk permainan-permainan yang dapat dilakukan bersama. Sehingga kita dapat membekali putra-putri kita dalam menghadapi konflik sekaligus membina keakraban keluarga. Kegitan ini diawali dengan membuat lingkaran besar. Anak-anak berkumpul bersama untuk perkenalan dan pembentukan kelompok. Kemudian setiap kelompok diberi tugas melaksanakan permainan-permainan yang ada pada tiap pos. Dalam setiap permainan, anak-anak secara tidak langsung diajak belajar kebersamaan, berdiskusi dan membangun kepercayaan. Serunya, setiap kelompok punya yel-yel yang membuat mereka senang dan semangatdalam mengikuti acara sampai akhir. Acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB itu berakhir pada pukul 12.00 WIB. Tidak terlihat keletihan pada wajah anak-anak tersebut selain kegembiraan. Dan yang terpenting dari acara tersebut, kami memperoleh beberapa manfaat, yaitu:
1. Anak-anak dapat berlatih bersosialisasi, karena pesertanya dari mana-mana.
2. Anak-anak belajar dinamika kelompok
3. Mendapat kesempatan memperoleh pelajaran dari orang lain yang bukan orangtua mereka
4. Mengerti makna konflik dan cara mengatasi konflik tersebut
1. Anak-anak dapat berlatih bersosialisasi, karena pesertanya dari mana-mana.
2. Anak-anak belajar dinamika kelompok
3. Mendapat kesempatan memperoleh pelajaran dari orang lain yang bukan orangtua mereka
4. Mengerti makna konflik dan cara mengatasi konflik tersebut
Sunday, 18 November 2007
Seminar “Peran Serta Orang Tua Dalam Pendidikan Anak”
Dewasa ini, pendidikan merupakan hal terbesar yang selalu diutamakan oleh para orang tua terhadap anaknya. Masyarakat semakin menyadari pentingnya memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak- anak mereka sejak dini. Ada banyak cara untuk memberikan pendidikan kepada anak baik formal maupun non formal. Namun sekarang banyak orang tua yang mempercayai 100% pendidikan anak- anak mereka kepada lembaga tertentu dengan biaya yang besar dengan alasan kesibukan atau ketidakmampuan dalam mendidik. Padahal peran serta orang tua sangat diperlukan karena memiliki keterkaitan emosi yang besar terhadap anak- anaknya. Ada beberapa hal yang harus dimiliki orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak. Dalam seminar ini akan dibahas bagaimana dan sejauh mana peran serta orang tua dalam pendidikan anak dilingkungan rumah, dan juga kaitanya dengan homeschooling yang sekarang ini mulai berkembang pada komunitas komunitas tertentu.
Pelaksanaan : Jumat, 14 Desember 2007 jam 13.30 – 16.00
Tempat : Ruang Serbaguna Taman Pengembangan Anak Makara Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
Penyelenggara : Skill and Personal Development Courses (SPDC) Fakultas Psikologi UI
Partisipan : Para Orang Tua / Pendidik /Pemerhati
Moderator : Nurfadilah, M.Psi
Pembicara :
- Dr. Rose Mini A.P, MSi“ Peran orang tua dalam mendidik anak dan sebagai pendidik untuk anak”
- Yayah Komariah, S. Pd“ Seluk beluk Homeschooling dan pengalaman sebagai homeschooler”
- Desy Mutia Ali, M.Psi“Self Regulation Learning (SRL) untuk para pendidik dan para orang tua yang sudah/ akan melakukan Homeschooling”
PendaftaranRp 50.000,- (termasuk snack, kit, sertifikat, buku “Homeschooling” pengarang Yayah Komariah, S.Pd, merchandise sponsor)
Transfer ke rekening 0672-01-000029-30-8Atas nama Fak. Psikologi UI-SPDC Fax bukti transfer ke nomor 021.7863526 atau email ke bramadi@ui.edu
Keterangan lebih lanjut hubungiBramadi 08159113411021.7270004 /0217270005 / 021-7863520 ext 1504 Desy 02193062380
Sarasehan Guru dan Orang Tua Putaran V
Beberapa ibu dari BERKEMAS berkesempatan hadir dalam Sarasehan Guru dan Orang Tua Putaran V dengan tajuk “Sekolah & Rumah Sebagai Sumber Belajar Anak” yang diadakan oleh LMPI School of Education pada tanggal 16 Nov 2007.
Sarasehan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membangun hubungan yang erat antara guru dan orang tua. Dengan adanya hubungan dan komunikasi yang erat oleh kedua pihak tersebut maka akan memberikan dampak yang positif bagi anak. Untuk membantu terjalinnya hubungan tersebut dikeluarkan sebuah instrument yang disebut “ Buku Penghubung Belajar “. Buku ini berbeda dengan buku penghubung yang sudah ada. Dalam buku ini tidak hanya berisi info saja tetapi juga berisi petunjuk apa saja yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk membantu anak belajar dirumah. Karena rumah juga merupakan sumber belajar yang baik seperti halnya sekolah.
Untuk dapat mengimplementasikan instrument tersebut berbagai contoh Buku Penghubung Belajar ada didalam sebuah CD yang dibagikan bagi semua peserta secara cuma-cuma. Didalam CD juga terdapat 5 video klip yang menggambarkan betapa rumah berperan penting bagi pembelajaran.
Untuk sarasehan putaran selanjutnya bisa dilihat jadwalnya di www.lmpi-iemi.org
Sarasehan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membangun hubungan yang erat antara guru dan orang tua. Dengan adanya hubungan dan komunikasi yang erat oleh kedua pihak tersebut maka akan memberikan dampak yang positif bagi anak. Untuk membantu terjalinnya hubungan tersebut dikeluarkan sebuah instrument yang disebut “ Buku Penghubung Belajar “. Buku ini berbeda dengan buku penghubung yang sudah ada. Dalam buku ini tidak hanya berisi info saja tetapi juga berisi petunjuk apa saja yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk membantu anak belajar dirumah. Karena rumah juga merupakan sumber belajar yang baik seperti halnya sekolah.
Untuk dapat mengimplementasikan instrument tersebut berbagai contoh Buku Penghubung Belajar ada didalam sebuah CD yang dibagikan bagi semua peserta secara cuma-cuma. Didalam CD juga terdapat 5 video klip yang menggambarkan betapa rumah berperan penting bagi pembelajaran.
Untuk sarasehan putaran selanjutnya bisa dilihat jadwalnya di www.lmpi-iemi.org
Young Writers Program Part II
Tuesday Club kembali diadakan tanggal 13 November 2007 untuk yang kedua kalinya. Jumlah pesertanya sedikit menyusut menjadi 10 anak karena ada beberapa anak yang memutuskan mengikutinya secara online serta ada juga harus mengikuti ujian kesetaraan pada hari yang sama.
Pada pekan ke II ini anak-anak melanjutkan kembali tulisan mereka. Kali ini Bu Endah selaku tutor memberikan pengarahan secara privat kepada mereka. Untuk lebih menajamkan dan mengembangkan ide cerita mereka Bu Endah juga mengajukan beberapa pertanyaan yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah mindmapping. Mindmapping juga membuat anak bisa merangkum semua ide mereka secara terarah.
Apresiasi yang besar juga diberikan kepada anak-anak. Dengan cara mengadakan word race ( perlombaan kata terbanyak), memberikan pin NaNoWriMO, menampilkan tulisan mereka di web Kelas Menulis serta foto bersama di belakang banner yang menunjukkan keikutsertaan mereka di NaNoWriMO. Itu membuat anak-anank semakin bersemangat untuk menulis. Kita tunggu saja berapa jumlah kata yang dihasilkan pada pekan ke tiga.
Untuk foto dan cerita lebih lanjut mengenai YWP bisa dilihat di www.kelasmenulis.com/ywp
Subscribe to:
Posts (Atom)